Menggenggam Waktu dalam Setiap Lipatan: Pameran 'A Fold in Time' di Jakarta
Jakarta, 11 Mei 2025 – Pameran seni bertajuk “A
Fold in Time” tengah berlangsung di jantung kota, tepatnya di kawasan
Sudirman, Jakarta Pusat. Acara ini diselenggarakan mulai 15 April hingga 20
Juni 2025 dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Pameran dibuka setiap
hari Selasa hingga Sabtu, pukul 11.00 hingga 18.00 WIB. Dengan tema besar
tentang waktu, identitas, dan memori, pameran ini menjadi ajang kolaborasi unik
para seniman perempuan dari berbagai negara di Asia Tenggara.
Dalam pameran ini, kain bukan sekadar media, melainkan
ruang naratif. Lewat potongan-potongan tekstil, benang, dan warna, para seniman
menyampaikan kisah yang erat kaitannya dengan perjalanan hidup, sejarah budaya,
dan relasi manusia dengan alam sekitarnya. Setiap karya menghadirkan percakapan
antara masa lalu dan masa kini, antara yang pribadi dan yang kolektif.
Deretan karya yang dipamerkan menampilkan beragam
pendekatan artistic mulai dari teknik cyanotype, sulam, batik, kolase
tekstil (patchwork), hingga lukisan tangan di atas kain goni dan linen.
Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah cetakan daun besar menggunakan
teknik cyanotype berwarna biru tua yang menyatu dengan serat alami kain.
Daun-daun itu terlihat seperti bayangan atau kenangan yang tertinggal, memberi
kesan kontemplatif dan puitis.
Sementara itu, karya lainnya menyusun fragmen-fragmen
kain menjadi bentuk mozaik yang kaya tekstur. Jahitan tangan dibiarkan terlihat
jelas, menjadi penanda proses yang jujur dan terbuka. Teknik patchwork
ini bukan sekadar soal estetika, melainkan simbol tentang bagaimana ingatan dan
sejarah baik personal maupun sosial dapat disusun ulang dan dijahit kembali
menjadi identitas yang utuh.
“A Fold in Time” adalah hasil kolaborasi lintas negara di kawasan Asia Tenggara. Seniman
perempuan dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam menampilkan
karya yang merepresentasikan perspektif lokal masing-masing terhadap tema besar
waktu dan perempuan. Identitas gender, budaya, hingga dinamika domestik
diangkat dengan pendekatan visual yang intim, empatik, dan kuat secara naratif.
Keterlibatan para seniman perempuan memberikan dimensi
khas dalam pameran ini. Mereka tidak hanya merekam sejarah melalui benang dan
kain, tetapi juga menyuarakan berbagai lapisan pengalaman sebagai perempuan di
masyarakat yang sedang berubah. Dalam setiap lipatan dan jahitan, tersembunyi
kisah tentang ketahanan, kerentanan, dan harapan.
Judul “A Fold in Time” menyiratkan bahwa waktu
bisa dilipat layaknya kain disimpan, direntangkan kembali, bahkan diubah
bentuknya. Karya-karya dalam pameran ini menantang cara konvensional dalam
memahami waktu. Waktu bukan hanya garis lurus, tetapi ruang lentur yang penuh
lapisan makna. Dalam dunia tekstil, waktu menjadi terasa nyata: dari proses
pewarnaan, pengeringan, hingga jahitan yang memerlukan kesabaran.
Pameran ini menunjukkan bahwa tekstil bukan hanya
medium seni rupa, tetapi juga media arsip yang merekam peristiwa dan perasaan.
Ia bisa menyimpan emosi, mencatat sejarah, dan menjadi alat perlawanan terhadap
pelupaan. Melalui benang dan kain, para seniman merangkai kembali narasi-narasi
yang sering terpinggirkan.
Dengan lokasi yang mudah diakses di kawasan Sudirman,
Jakarta Pusat, pameran ini menghadirkan ruang publik yang inklusif untuk
menikmati seni tekstil kontemporer. Tanpa tiket masuk, “A Fold in Time”
mengajak masyarakat luas untuk menjelajahi dunia yang dibangun dari benang,
warna, dan ingatan.
Kehadiran pameran ini menjadi angin segar dalam
lanskap seni rupa Jakarta, sekaligus penanda bahwa seni perempuan dan tekstil
memiliki tempat penting dalam wacana budaya dan seni kontemporer. Melalui
keheningan yang ditawarkan oleh setiap karya, pengunjung diajak menyelami waktu
dengan cara yang lembut, tenang, dan penuh makna.


Komentar
Posting Komentar